Tentukan Pilihanmu

Sewaktu kecil kita udah dibiasakan untuk memilih, dari mulai mau jadi apa nanti, sekolah atau kuliah dimana terus pas lulus mau kerja apa, bahkan ketika hormon libido ketertarikan mulai membesar pun dapat situasi kebingungan dengan siapa bakal pacaran malah sebisa mungkin pilihan itu bakal jadi pasangan hidup selamanya.

Ya kecuali, pilihan itu memilih buat ga milih balik jadi seseorang yang terlihat menarik buat dijadiin pasangan.

Nah, soal memilih. Kira-kira besok TPS bakal dipenuhin orang-orang yang mempunyai harapan demi kemajuan negara ini ke tahapan lebih baik dari sebelumnya.

Pertanyaannya adalah :
1. Berapakah total jumlah paku yang dipakai di seluruh TPS
2. Siapakah produsen tinta termahsyur yang dipakai untuk penanda selesai memilih

Ngga tahu kan? Sama.

Terus dimana peran kita ? Ya jelaa dikasih kesempatan buat menilai kira-kira si target ini bener-bener serius atau cuma janji manis atau sekedar pencitraan.

 

Apapun pilihan lo coba pikirin dengan baik, karena suara lo itu ga akan menentukan apapun. Kalaupun si target itu berhasil memenangkan suara terbanyak, harus diinget bahwa ada kebutuhan yang juga sama. Inget rumus supply & demand kan? Jadi usahakan jangan terlalu berharap banyak.

Tapi kalo ditanya siapa yang bakal saya pilih ?

Maaf saya ngga pilih. Bukan apa-apa, saya mau nyakitin siapapun. Lagian saya pingin sendiri dulu.

Kok jadi gini sih

Ciao

Advertisements